Aku bukan air, yang bisa mengalir dari keruh kembai menjadi jernih. Aku bukan angin yang terus berhembus kembali bersahabat. Aku hanya manusia yang dengan menulis dapat berbagi cerita perjalanan yang tidak pernah usai
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
disaat tak ada lagi yang mau mendengarkan ku,
kepada siapa aku harus membagi keluh kesahku,
disaat tidak ada lagi yang mau percaya padaku
kepada siapa lagi aku akan berbagi semua ceritaku...
Hai ... Apa Kabar? Sudah lama ya kita tak berjumpa? bagaimana keadaanmu saat ini? sudah banyak hal yang berubahkah? kalau aku, banyak sekali yang berubah, kini aku sudah ada ditempat baru (lagi) dengan orang-orang baru (lagi). saat ini aku sedang kembali memulai sosialisasi dan beradaptasi dengan muka-muka dan karakter yang baru. aku sudah lulus kuliah dan saat ini sedang merintis pekerjaan. aku bekerja (masih) untuk bertahan hidup, belum untuk mengembangkan kehidupan. Usia? kini usiaku mendekati setengah abad, namun PR-ku sejak dulu masih belum tercapai. kalau diingat-ingat, dulu aku pernah punya 'goals' dalam hidup, ini diantaranya : 1. S1 dalam usia 22 tahun, (lumayan tercapai) 2. S2 dalam usia 24 tahun, (Meleset, bahkan saat ini aku masih belum bisa lanjut S2 :'( ) 3. S3 dalam usia paling lambat 27 tahun (Hmmm mungkin gak ya?) 4. Merintis usaha pada usia 22 tahun, dan menjadi wirausahawan sukses di usia 24 tahun. (:'( ) 5. Membangun rumah untuk or...
Hai, dua tahun itu bukan waktu yang sebentar bukan? semua yang diawali dengan biasa saja, malah membuat aku semakin ingin menjadi lebih baik. Hai... dalam hari yang aku lewati bersamamu, tak selalu menghasilkan kenangan indah. sekian kali aku merasa selalu disakiti oleh mu dan sekian kali aku menangis karena ulahmu. aku selalu ingin lari dan meninggalkan semua tentang kita, aku selalu ingin memulai sesuatu yang baru, tapi tidak denganmu, tapi .... berapa banyak waktu yang kujalani bersamamu mengahsilkan hal yang sia-sia. berapa banyak kebersamaan dan kedekatan kita menghasilkan sesuatu yang kita sesali. semakin hari, kebersamaan kita membuat aku semakin terluka, membuat aku semakin merasa kecil dan kehilangan kepercayaan diri. tapi... dari semua keluh kesah dan cacian yang kulemparkan padamu, kau tetap di sini, kau tetap di sampingku. kau tak pernah berubah untuk memenuhi keinginanku dan kau tak pernah berusaha untuk memenuhi harapanku. kau selalu bertahan dengan si...
Oleh. Siti Aulia Masropah, 180110130053 Yusi Avianto Pareanom adalah seorang Cerpenis dan kritikus sastra yang lahir di Semarang. Beliau merupakan Lulusan Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Pernah bekerja sebagai wartawan di majalah Forum Keadilan dan Tempo. Saat ini berkhidmat di Penerbit Banana. Selain menulis fiksi dan nonfiksi, ia juga menerjemahkan dan menyunting karya-karya penulis asing. Ia terlibat dalam karya kerjasama novel grafis Ekspedisi Kapal Borobudur: Jalur Kayu Manis dan Eendaagsche Exprestreinen . Di sini saya akan mencoba menghubungkan latar belakang kehidupan beliau dengan salah satu karyanya yang terkenal yaitu “Rumah Kopi Singa Tertawa”, judul tersebut merupakan judul cerpen yang terbit pada Koran Tempo tanggal 10 April 2011. Namun dilain waktu “Rumah Kopi Singa Tertawa” tersebut menjadi judul sebuah kumpulan cerpen karya Yusi Avianto itu sendiri. Pada awalnya, saya angat sulit menemukan informasi dan biografi beliau, kecuali hanya se...
Komentar
Posting Komentar