Aku bukan air, yang bisa mengalir dari keruh kembai menjadi jernih. Aku bukan angin yang terus berhembus kembali bersahabat. Aku hanya manusia yang dengan menulis dapat berbagi cerita perjalanan yang tidak pernah usai
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
disaat tak ada lagi yang mau mendengarkan ku,
kepada siapa aku harus membagi keluh kesahku,
disaat tidak ada lagi yang mau percaya padaku
kepada siapa lagi aku akan berbagi semua ceritaku...
Senyum,, tak mudah membuatku tersenyum. Hanya ia yang ak izinkan yang mampu membuatku tersenyum. Aku telah melewati hari-hari yang kupkasakan denganmu. Tapi aku tak pernah menyesal. Aku bahagia dengan caramu, aku mampu melupakan bahwa aku pernah lelah berharap akan kebersamaan. Di hari yang sama sebulan lalu, kau pernah mengajarkan cara unik untuk mengatakan rindu padaku. Aku terpukau, namun tak mau akui bahwa aku terpesona. Hingga aku mengatakan aku tak bisa mengizinkan kau untuk menyukaiku, merindukanku. Kau menyerah dan menjauh dariku. Aku merasa kehilangan hariku. Aku pura-pura tak ada yang berbeda. Aku tutupi rasa rinduku. Aku katakan bahwa semuanya akan berlalu secepat kau datang padaku. Namun, tak bisa aku bohongi, kau mampu menutup luka yang Ia buat. Kau membuatku mendapatkan kembali senyum bahagia karena kelakuanmu. Aku tahu, kau sangat tak sempurna, tapi memang ia, jika kamu sempurna aku tak ingin bersamamu. Aku belum menemukan alasan yang tepat kenapa aku ...
Hai ... Apa Kabar? Sudah lama ya kita tak berjumpa? bagaimana keadaanmu saat ini? sudah banyak hal yang berubahkah? kalau aku, banyak sekali yang berubah, kini aku sudah ada ditempat baru (lagi) dengan orang-orang baru (lagi). saat ini aku sedang kembali memulai sosialisasi dan beradaptasi dengan muka-muka dan karakter yang baru. aku sudah lulus kuliah dan saat ini sedang merintis pekerjaan. aku bekerja (masih) untuk bertahan hidup, belum untuk mengembangkan kehidupan. Usia? kini usiaku mendekati setengah abad, namun PR-ku sejak dulu masih belum tercapai. kalau diingat-ingat, dulu aku pernah punya 'goals' dalam hidup, ini diantaranya : 1. S1 dalam usia 22 tahun, (lumayan tercapai) 2. S2 dalam usia 24 tahun, (Meleset, bahkan saat ini aku masih belum bisa lanjut S2 :'( ) 3. S3 dalam usia paling lambat 27 tahun (Hmmm mungkin gak ya?) 4. Merintis usaha pada usia 22 tahun, dan menjadi wirausahawan sukses di usia 24 tahun. (:'( ) 5. Membangun rumah untuk or...
Oleh. Siti Aulia Masropah, 180110130053 Yusi Avianto Pareanom adalah seorang Cerpenis dan kritikus sastra yang lahir di Semarang. Beliau merupakan Lulusan Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Pernah bekerja sebagai wartawan di majalah Forum Keadilan dan Tempo. Saat ini berkhidmat di Penerbit Banana. Selain menulis fiksi dan nonfiksi, ia juga menerjemahkan dan menyunting karya-karya penulis asing. Ia terlibat dalam karya kerjasama novel grafis Ekspedisi Kapal Borobudur: Jalur Kayu Manis dan Eendaagsche Exprestreinen . Di sini saya akan mencoba menghubungkan latar belakang kehidupan beliau dengan salah satu karyanya yang terkenal yaitu “Rumah Kopi Singa Tertawa”, judul tersebut merupakan judul cerpen yang terbit pada Koran Tempo tanggal 10 April 2011. Namun dilain waktu “Rumah Kopi Singa Tertawa” tersebut menjadi judul sebuah kumpulan cerpen karya Yusi Avianto itu sendiri. Pada awalnya, saya angat sulit menemukan informasi dan biografi beliau, kecuali hanya se...
Komentar
Posting Komentar